Belahan jiwa
Kau pergi tanpa pertanda
Kau berpesan tanpa perantara
Ternyata kau akan tinggalkan dunia
Kau menyudahi waktu kita untuk bersama
Belahan jiwa
Sakit yang kau rasa, kami tak memahaminya
Duka luka yang melanda, kau kuat hadapinya
Hingga hembusan napas pamungkas
Kau biarkan senyummu terlepas
Agaknya, tangis kami pun hingga kebas
Maafkan buah hatimu
Masih kurang sabarku
Masih saja hadir mengeluhku
Masih terus aku menggerutu
Masih masih masih penuh aku
Maafkan aku
Aku yang runtuh tanpamu
Aku yang rapuh ditinggalkanmu
Aku yang jatuh
Aku yang meluruh
Di sini
Terus mencintai
Tanpa henti
Menantimu
Terus merindu
Kasih dan sayangmu
Tenanglah
Tenanglah
Tenanglah
Aku tak akan menyerah
Belahan jiwaku
Aku mencintaimu
Rest in Love,
Malang, February 4, 2022
Monday, February 7, 2022
Sunday, January 2, 2022
RECAP 2021
2 Januari 2022
Selamat tahun baru, teman-teman semua. Sepertinya dua tahun terakhir telah menjadi tahun yang berat bagi kita semua. Banyak kehilangan. Banyak kesedihan. Banyak keputusasaan. Banyak kegelisahan. Banyak ketidakpastian. Banyak kemarahan. Dan perasaan-perasaan lain yang campur aduk.
Ini semua tidak mudah. Bagi siapa saja.
Kepada yang sampai detik ini telah berhasil bertahan dan tetap kuat, kalian semua hebat. Kita semua hebat. Kita tetap bisa bertahan di tengah keporakporandaan dan ketidakadilan yang mungkin kita rasakan. Satu hal ya harus kita yakini, Tuhan ada. Tuhan mendengarkan kita. Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan. Tuhan pasti sedang menyembunyikan pesan. Kita diminta untuk menemukan pesan tersebut dan menghayati makna di dalamnya.
2021
Banyak peristiwa dan airmata di dalamnya.
Jatuh, lalu kembali bangkit.
Sakit, lalu bersemangat untuk sehat.
Gagal, lalu kembali mencoba.
Menangis, lalu kembali tertawa.
Sedih, lalu kembali bahagia.
Bukankah seperti itu hakikat hidup ini?
Beberapa ketidakadilan yang hadir mungkin diciptakan Tuhan untuk menjadikan kita semakin tangguh dan kuat. Di baliknya, terdapat misteri yang masih disimpan rapi oleh Tuhan. Manusia hanya mampu berencana.
Semoga tahun 2022 membawa keberkahan bagi kita semua. Aaamin
Sunday, November 14, 2021
Hitam yang Tidak Kelam
berwarna kelam.
Friday, August 13, 2021
Dialog dengan Hati
Rahasia apa yang disembunyikan oleh Tuhan?
Jalanku terasa panjang tak kunjung temukan terang.
Pesan apa yang Tuhan ingin kutemukan?
Segala daya keras kulakukan,
namun gelisah tak henti meradang.
Aku berusaha tangguh,
meski dalam hati bergemuruh.
Aku berusaha tak rapuh,
meski jiwa perlahan meluruh.
Tuhan, boleh aku bertanya?
Siapa yang menungguku di ujung muara?
Siapa saja dia, kuharap menjawab semua semoga
Siapa saja dia, yang kubisikkan di doa
Memberikan bahagia,
setelah hadirnya luka.
Mewujudkan suka dan tawa,
setelah derasnya air mata.
Semoga.
Saturday, May 29, 2021
Catatan Pandemi: Sudah 450 Hari
Tidak terasa ya, pandemi sudah berjalan kurang lebih selama 15 bulan atau 450 hari. Lumayan terasa. Tahun 2020 yang agaknya diharapkan menjadi tahun yang penuh harapan seolah berubah menjadi tahun penuh kewaspadaan, kehilangan, kesedihan, kesuraman, keputusasaan, dan ke ke yang lain yang bernada kurang menyenangkan.
Banyak cerita. Banyak pelajaran. Banyak pula kisah.
Banyak kegagalan. Banyak penundaan. Banyak pula kekecewaan.
Banyak kegiatan yang seharusnya dilakukan di luar negeri terpaksa dibatalkan. Ada beberapa negara yang seharusnya saya kunjungi di tahun 2020 namun semua terpaksa gagal. Banyak perjalanan yang harus gagal dan tertunda akibat pandemi ini. Tentu kecewa, sedih, dan nelangsa. Namun saya yakin semua pasti ada hikmahnya.
| Peace Out! |
Apakah mudah? Tentu tidak. Bagi saya pribadi, pandemi ini tidak mudah. Banyak sekali aspek hidup yang berubah. Kegiatan yang semula dilakukan secara tatap muka kini harus beralih menjadi temu di dunia maya. Mata panas, tentu. Lelah duduk di depan layar gawai, sudah pasti. Namun, ini satu-satunya cara agar kita tetap bekerja, waras, dan terjaga agar tidak terlunta terdiam begitu saja.
Ketika pada akhirnya kita mulai di fase kenormalan baru, banyak aspek kehidupan kita yang agaknya wajib disesuaikan. Menormalkan pemakaian masker di setiap kegiatan awalnya tidak mudah. Beberapa waktu yang lalu bahkan ada kejadian seseorang yang dimaki karena memakai masker saat salat di masjid. Memang pada akhirnya kasus ini berujung damai, namun ini juga merupakan satu bukti bahwa menormalkan pemakaian masker bukanlah hal yang mudah. Semoga saja seiring dengan berjalannya waktu kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi.
Satu hal baik lain yang juga hadir akibat pandemi dan kemunculan fase kenormalan baru ini adalah kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan menormalkan penyediaan hand sanitizer di mana pun kita berada. Botol hand sanitizer di meja kasir bukan lagi hal yang aneh. Kewajiban mencuci tangan menggunakan sabun sebelum masuk ke supermarket atau pusat perbelanjaan bukan pula hal yang asing lagi.
Tentu kebiasaan baik ini juga memberikan efek positif bagi kesehatan kita sehari-hari. Akan tetapi, terkadang muncul juga kerinduan akan hari-hari tanpa masker dan tanpa kekhawatiran akan hadirnya virus di sekitar kita. But life must go on. Semoga pandemi ini segera berakhir dan seluruh umat manusia tidak lelah berusaha dan berikhtiar untuk mengakhiri pandemi ini bersama.
Stay healthy!
Monday, January 25, 2021
Menuai Luka
mereka siapa?
seenaknya menghiasi jiwa dengan luka
mengatakan selayaknya
seolah pemberi kabar gembira
dia siapa?
anggap tawanya beri bahagia
sesuai harga untukku si biasa saja
memang dia dewa
segalanya setara semesta
apakah kataku penuh angkara?
aku murka.
iya.
Sunday, November 8, 2020
Candi Prambanan dalam Ketenangan
Terhitung tiga ratus enam puluh lima hari jika tidak berjumpa.
Kerinduanku akan keindahanmu terasa nyata.
Kerinduanku akan personamu kian membara.
Semoga semua segera kembali seperti sedia kala.
Semoga kita segera kembali bersua.