Monday, March 17, 2014

hentikan

hentikan!
hentikan ketakutan yang membelengguku
hentikan kelemahan yang mematikanku
hentikan airmataku yang menyakitiku

hentikan!
hentikan malam malam penuh tangisanku
hentikan pagi hari penuh pikiran menyesakkan itu
hentikan siang hari penuh kepenatan itu

hanya kamu yang mampu
hanya kamu yang mengerti ketidakjelasaku
hanya kamu

..
Share:

hati retak

hatiku retak.
tapi aku tidak ingin memperbaikinya.
sudahlah, nampaknya lebih baik begitu saja. mungkin saat tercipta, dia memang sudah demikian adanya. hatiku memang retak dan terluka, tapi tidak satupun ada yang bisa menyembuhkannya. hanya Sang Kuasa, satu-satunya yang menciptanya.

hatiku retak.
tapi aku tidak ingin memperbaikinya.
aku tidak tahu juga mengapa dia retak. entah karena ulah setan yang menggertak. entah karena hidup yang berjalan kurang bijak. entah karena hati yang memang sudah kalah telak. kalah akan pilihan hidup yang terus saja memberikan kata tidak.

hatiku retak.
tapi aku tidak ingin memperbaikinya.
mungkin retaknya sudah terlalu fatal. sampai sampai apapun yang aku lakukan akan menerbitkan sesal. sampai rasanya sakit ini terasa kekal. sudahlah, yang sudah terjadi tidak akan mungkin batal. mungkin saja hatiku sudah terlampau binal.

hatiku retak.
hatiku retak.

lelah pula aku berteriak.
Share:

Sunday, February 2, 2014

cangkir kopi pagi itu

saat aku menyeduh satu cangkir pertamaku
pagi itu
semuanya tentang kamu

bagaimana aku bercerita dengan butiran kopi hitam itu
mereka mengajakku berbicara, bermain kata-kata
kamu rajin meneguk mereka dan menyeduh mereka secara perlahan
aku bertanya kepada mereka
apakah kamu baik baik saja?
apakah suhu air panas kopinya tidak terlalu panas dan melukai lidahnya?
karena jika sampai terluka, aku yang akan merana, tersiksa
lidah itu yang selalu menenangkanku dalam sendu
lidah itu yang bisa menghardik kepadaku saat aku terlalu larut dalam pikiran tidak perlu
lidah itu yang mencium keningku di saat aku terkulai lemah lelah dan berserah

saat aku menyeduh satu cangkir pertamaku
pagi itu
semuanya selalu tentang kamu

bagaimana asap kopi itu berbisik kepadaku
jangan takut, dia tidak akan meninggalkanmu
jangan takut, dia akan selalu menyayangimu
seringnya ketakutan itu jauh lebih menakutkan daripada apa yang kita takutkan
kamu adalah malaikat penenangku yang mengerti
kapan aku harus berhenti takut, kapan harus menyeka air mataku
serta kapan, harus mendiamkanku
aku adalah makhluk terkompleks di dunia ini, sepertinya


cangkir kopi, kepulan asapnya, air panasnya, butiran kopinya, seduhannya
berkonspirasi dan saling bertanya, ada apa?

tidak
aku hanya sadar

aku sudah jatuh
terlampau jatuh cinta
kepada malaikat penyeduh kopi pagimu itu
Share:

Thursday, January 16, 2014

T U H A N

Tuhan..
bolehkah aku meminta,
sementara jiwaku masih bersimbah dosa?

Tuhan..
bolehkah aku berdoa,
padahal perilakuku masih penuh nista?

Tuhan..
egoiskah saat aku meminta doaku dikabulkan,
di saat imanku masih mudah tergoyahkan?

Tuhan..
masihkah nampak wajar,
saat aku banyak permohonan
dan tutur bahasaku masih kurang ajar?

Tuhan
Share:

Monday, November 4, 2013

Thursday, October 31, 2013

sebuah terminal hati

sering sekali dalam hidup ini saya hanya ingin lari menjauh dan pergi. 
ketika menghadapi kerikil tajam yang menyiksa jemari, seolah raga ini sudah tidak kuat berdiri. 
yang ada hanya harapan untuk pergi agar tidak cepat-cepat mati. 
mudah sekali.

seringkali saya bermimpi.
saya mempunyai sebuah pintu yang siap membawa saya pergi,
di saat dunia seolah lelah berkooperasi. 
rasanya hati ini sudah menjadi sasaran tembak berbagai jenis peluru penuh amunisi
yang dengan cepat bisa menghabisi. 
sampai mati.

begitu angkuhnya saya ingin mati seolah-olah tabungan pahala sudah di atas rata-rata. 
seolah-olah kubangan dosa sudah dinetralkan oleh amal dan budi baik terhadap sesama. 
betapa congkaknya. 
tidak, tentu tidak demikian. 
saya hanya tidak sadar dengan apa yang akan menanti di depan saya. 
terlalu terburu-buru saya menggampangkannya.

ah, sudahlah. 
saya menulis apa.
saya hanya ingin lari secepatnya.

jangan dikejar.

jangan temukan saya.

nanti saja. saya cari kamu.
Share: