Saturday, June 30, 2018

Cinta yang Segala

kamu adalah yang tercinta
di antara segala

kamu memberikan yang tak kuminta
apa saja

kamu tidak banyak bicara
semua kamu rangkum dalam doa

kamu mencintai senja
membuatku menjadi matahari, pusat semesta
semesta milikmu saja

kamu mengucapkan cinta
melebihi maknanya di bahasa

kamu mengajarkan selamanya
melalui cinta yang tak terhingga
Share:

Sunday, June 10, 2018

Hutang Bercerita

sudah beberapa waktu saya tidak bercerita. banyak hal yang membuat saya merasa tidak sempat untuk menulis meskipun sebetulnya begitu banyak ide yang sudah saling berlompatan ingin keluar.
beberapa bulan terakhir saya melakukan beberapa perjalanan. saya dan seorang teman pernah saling bertukar pikiran di mana bagi kami, sebuah perjalanan menjadi berkesan itu karena prosesnya.
karena perjalanan itu sendiri.
bukan tujuan perjalanan itu.
bukan pula dengan siapa kita lalui perjalanan itu.
namun,
lebih kepada bagaimana kita menjalani perjalanan itu.
perjalanan di sini bisa bermakna begitu luas. bisa bermakna perjalanan (bepergian) atau perjalanan bermakna konotasi seperti perjalanan hidup.
saya akan membicarakan tentang perjalanan tentang bepergian.
sejak kecil saya tahu bahwa saya suka berada di luar rumah. saya adalah pengagum dunia luar.
di luar, saya merasa imajinasi saya bisa berlarian dengan bebas sebebasnya tanpa hambatan apapun.
di luar,
saya merasa bisa menjadi apa saja dan menjadi siapa saja.
suami saya berkata,
kita bisa mengetahui perilaku, kebiasaan dan sifat asli seseorang pada sebuah perjalanan.
iya, betul sekali.
akan muncul bagaimana sifat baik mereka, begitu pula sifat buruk mereka.
saya belajar banyak hal dari sebuah perjalanan.
namun, saya tetap sangat menikmati prosesnya. bagi saya, ini adalah pengalaman yang tidak ada duanya.

sekarang saya akan membicarakan tempat yang baru saja saya kunjungi satu bulan yang lalu, Lombok.
saya tidak menyangka saya akan begitu menyukai tempat ini.
satu hal yang membuat saya pertama kali jatuh cinta adalah: matahari tenggelamnya.
saya merasa tidak pernah melihat matahari terbenam dengan begitu indahnya selain matahari di pulau ini.
saya menikmati sunset waktu itu di Gili Trawangan. satu tahun yang lalu.
dan tahun ini, alhamdulillah saya bisa menikmati matahari terbenam di sini lagi.
terlalu cantik
terlalu indah
terlalu syahdu
terlalu penuh rindu
kadang saat kita jatuh cinta, Tuhan dan semesta seolah mengajak bercanda, bukan?
begitu pun dengan perasaan dengan sekitar kita. Tuhan seolah ingin bersikeras menunjukkan kuasaNya.

semoga candaNya membuat saya semakin jatuh cinta.
Share:

Monday, February 26, 2018

27 ke-DELAPAN di TAHUN ke-EMPAT

Yogyakarta, 4 Februari 2018
di tembok sebelah Sellie Coffee

besok adalah tanggal 27 kedelapan di tahun keempat pernikahan kami. kalian pernah mendengar lagu Lauv yang berjudul Like Me Better? kalau belum, oke, saya tuliskan beberapa penggal liriknya di bawah ya.

damn,

I like me better when I'm with you
I like me better when I'm with you
I knew from the first time, I'd stay for a long time
'Cause I like me better when--
I like me better when I'm with you

laki-laki di sebelah saya itu adalah a total stranger dalam hidup saya. saya tidak pernah mengenal dia sebelumnya. saya tidak pernah tahu sama sekali latar belakang hidupnya sebelum ketemu saya. and yet, here we are. happily married. hopefully and insyaaAllah ever after, allahumma amin. kadang saya sering berpikir saya berani sekali memutuskan mengatakan "ya" ketika dia mengajak saya menikah. lebih heran lagi adalah ketika saya tahu kedua orang tua saya menyetujuinya. saya tidak perlu memuji sifatnya atau kebaikannya di sini karena kalau dia tidak baik, orang tua saya tentu tidak akan menitipkan anak perempuannya ini ke dia.

dia.

kami berdua sama-sama memiliki pribadi yang kompleks. khususnya saya. jarang sekali ada orang yang "betah" berteman dengan saya. lha ini orang kok ya mau seumur hidup kepengen sama saya. kan ajaib. berbagai try out dan ujian sudah saya berikan ke dia demi menguji kesabarannya dengan segala ritme mood dan sifat saya yang begitu rumit. kok ya alhamdulillah betah. then again, here we are.

dia sudah seperti tong sampah di hidup saya. apa saja saya ceritakan ke dia. apa saja.
saya ulang lagi,
APA SAJA.
bahkan saya sadar saya tidak bisa bohong ke dia. untuk apapun.
jadi mau belanja berapapun ya dia pasti tahu. #ujungujungnyabelanjajuga
dia pasti rolling eyes kalau baca masalah belanja.
oh ya,
dia tidak pernah melarang saya belanja apapun :)

nah,
dia juga yang selalu saya beritahu kalau saya ini paling nggak pedean orangnya. saya ini orang yang paling tidak bisa disuruh berada di depan layar, tampil, haha hihi. paling anti. sampai saya sering dibilang anti sosial. tapi saya tidak peduli. dan dia, anehnya, peduli. dengan caranya sendiri. tidak pernah memaksa saya melakukan apapun yang tidak saya suka tapi selalu mengatakan kalau saya pasti bisa. melakukan apa saja.

bengong kan?
sama.

entahlah, saya selalu merasa saya menjadi lebih baik dalam hal apa saja kalau sudah sama dia. nyetir jadi lebih keren (padahal ya tiap hari nyetir), dandan jadi lebih cuantik (padahal ya segitu-gitu aja mentok mukanya), kerja jadi lebih semangat (kalo ini beneran), dan masih banyak hal baik lainnya yang bisa dia tularkan ke saya. semoga kita bisa terus sama-sama sampai tua ya, Mas. tetep romantis dan baik. tetep gembul, gapapa kok, empuk.

I love you.

27
Share:

Sunday, February 18, 2018

Chasing the Sunset


I'm a sunset woman
I love it so bad I could sit in silence admiring its marvelous beauty
This picture was taken and uploaded without any editing process
without any filter
To simply show you the beauty of it
Share:

Friday, January 19, 2018

Izinkan Aku Pergi

izinkan aku pergi;
tidak perlu kau sisihkan hari
untuk mencari
aku sedang ingin sendiri

izinkan aku pergi;
aku sedang ingin berlari
jauh dan tanpa henti
aku sedang ingin sendiri

izinkan aku pergi;
tersesat pun aku tidak peduli
pasti kan kulalui
aku sedang ingin sendiri

tahukah kau apa yang kucari?
sebuah hati.

tahukah kau ke mana dia pergi?
mencari.

kau yang telah pergi.
Share:

Saturday, January 13, 2018

M E N G H I L A N G

sebetulnya apa yang dimaksud dengan logika?
aku bertanya, dan selalu dijawab "iya"?
atau, aku yang berhenti di sebatas sebuah tanda tanya?

seandainya bisa
aku yakin hatiku ingin bersuara
melantangkan diam seribu bahasa ke dalam bunyi aksara

namun apakah bisa semesta berikan jaminan
ragam kata tidak menjerumuskanku ke lautan kesepian?

ketakutan kian melandaku
raga dan jiwa tak menyatu
cinta dan luka semakin tak tentu
hilang aku dalam cengkeraman bisu

lalu?


Share:

Monday, January 8, 2018

Vincci: Surganya Wanita di Malaysia

membayar hutang beberapa postingan lalu, saya akan menuliskan deskripsi ketiga yang hadir di otak saya tentang Malaysia (lebih tepatnya Kuala Lumpur). deksripsi ketiga tersebut tidak lain tidak bukan adalah: VINCCI. saya yakin para wanita yang doyan belanja (read: saya) pasti tahu merk terkenal ini. pada awalnya saya santai saja ketika masuk ke store Vincci karena menurut pemikiran sotoy saya, harga Vincci di Indonesia dan di Malaysia sama saja. ternyata saya salah besar pemirsa.
harga Vincci di sini, mulai dari sepatu, tas, aksesoris, atau apapun itu jauuuuh lebih murah. bisa lebih murah lebih dari Rp 50.000,-. EMEZING BUKAN? alhamdulillah punya suami baik hati sehingga saya diperbolehkan membeli tas dan sepatu yang saya suka hehe. oh iya, ketika saya cek di Vincci Indonesia, lebih tepatnya di Surabaya, tas yang saya beli ternyata tidak masuk store Vincci Indonesia. jingkrak jingkrak lah saya karena tidak takut dikembari wkwk.

ini salah satu penampakan saya dengan tas Vincci saya:
btw, itu sepatu yang saya pakai juga merk Vincci tapi beli di Indonesia :)

a closer look to my Vincci shoes (pamer) haha


saya masih heran,
kenapa bisa harga di Indonesia lebih mahal sekali daripada di Malaysia. apakah memang harga bea masuk pengaruh ya? dan rasanya, di setiap saya jalan ke daerah perbelanjaan hampir selalu ada toko Vincci di sana. kalau tidak salah, teman saya memang pernah cerita bahwa Vincci ini memang produk asli buatan Malaysia makanya lebih murah dan kualitasnya bagus.
harganya sebetulnya juga masih terjangkau dan entah kenapa saya cocok sekali dengan produk mereka. saya pernah membeli sepatu Vincci beberapa tahun yang lalu dan sampai sekarang pun masih awet. rasanya sampai hampir bosan pakainya. tapi ya memang bagus jadi saya ya terus memakai produk mereka. bahan untuk tasnya juga ringan, lentur dan nyamaaaan sekali dipakai. satu hal yang saya suka dari Vincci adalah model yang mereka tawarkan selalu simple tapi chic. saya memang dasarnya tidak begitu suka model yang 'ramai', jadi yaaaa semua produk Vincci cocok di (dompet) saya hehe.
bukankah inti dari fashion adalah cara kita memakainya dan bukan harganya? :)
saya ingin sekali ke Malaysia lagi dan memborong semua Vincci HAHAHA.

jadi, kapan kita berangkat?

Share: