Friday, April 5, 2013

Kamu, di Pelipisku

wajahmu lama berbaring di pelipisku;
tidak mengganggu,
hanya membuatku tidak berhenti memikirkanmu
di sudut matamu masih kutemukan bayangmu
menunggu untuk ditatap dan dilarut di hariku
kamu masih sama seperti dulu

wajahmu lama berbaring di pelipisku;
tersenyum memberikan semangat di pagiku
menepis gundah yang menyesak ingin maju
menghalau sesak yang berebutan ingin menaburkan sendu
ya, cinta dan ketulusanmu menjadi benteng kasat mata milikku

wajahmu lama berbaring di pelipisku;
siap sedia saat fajar tiba
membangunkanku dengan alunan doa
menunggu dengan setia di senja
bersama merenungi hari yang kita lalui bersama
ah, bahagianya

wajahmu lama berbaring di pelipisku;
jangan pergi dulu,
tunggu aku.
Share:

Wednesday, April 3, 2013

Konspirasi Raga dan Jiwa

raga dan jiwa sedang berkonspirasi
mereka menanti di titik akhir tersendiri
akan jadi apa hati yang selama ini berdiri
di tengah raga dan jiwa yang kini berjalan sendiri-sendiri

raga dan jiwa sedang berkonspirasi
raga tidak bisa merasakan sakit hati
jiwa tidak bisa merasakan sakit diri
raga dan jiwa sedang terstigmatisasi

raga dan jiwa sedang berkonspirasi
raga sedang menulis ceritanya sendiri
jiwa sedang berkelana mencari cintanya yang sejati
namun, mereka berbahagia sendiri
Share:

Tuesday, April 2, 2013

-jiwa-

-jiwa-
aku lelah pula melihatmu terluka. berteriaklah sekuatnya, serukan koyakan yang terasa menyakitkan. jangan ragu membela dirimu. jangan segan mengutarakan niatmu. jangan biarkan sakit menyerang dan menghantam. sudah terlampau lama kau menjadi penyakitan. jiwa, jangan diam saja. katakan dengan lantang dan terbuka. mereka perlu mendengarnya.

-jiwa-
apa sebenarnya yang lama tersembunyi di sudut ruangmu yang sepi. adakah bahagia terselip walau seinci? adakah senyum merekah tanpa membuatmu terbelah? adakah ketulusan yang ikhlas tanpa kepamrihan? sanggupkah kau memiliki arti tanpa kacau oleh definisi yang layak kau hindari? jiwa, kau milikmu seutuhnya. mereka tidak berhak melukainya.

-jiwa-
kapan terakhir kali bahagia bagimu tampak nyata? goresan luka itu sudah terlalu lama bersemayam di sana. jangan biarkan berlama. serpihan luka itu harus dibuang, seketika. dalam sebuah nubuat, aku memintamu dijaauhkan dari seburuknya niat. jiwa, kemari, mendekat. berbicaralah denganku seolah waktu tidak pernah mengganggu. bercandalah denganku seolah nyata hanya berisi tawa bahagiaku. cukup bukan, itu bagimu?
Share:

Monday, April 1, 2013

Senja dan Cahaya


kita bercanda di temaram senja
kita berbicara tanpa ujaran kata
hati kita sudah terbiasa
diam dalam rasa
cinta

aku | kamu | kita
di antara temaram cahaya
Share:

dungu

aku terlihat dungu,
saat mencintaimu

tidak ada yang tahu apa isi hatiku, entah bahagia, entah pilu
kamu hanya tahu kemasan raga luarku
mungkin nampak sempurna tanpa cacat, di matamu

hai kalian,
hentikan menghakimi dengan terus-terusan menggadaikan harga diri
saat kalian menarik simpul satu definisi, itu bukan lagi arti
sebentuk arogansi yang dilampiri kebenaran tidak hakiki

hai kalian,
mungkin aku terlihat dungu di hadapmu
berlutut, berseok, mengais rindu kekasih hatiku
yang tercecer di pelataran hatiku
tapi itu bukan urusanmu!

aku terlihat dungu,
saat mencintaimu

percayai aku
ini setulus-tulusnya aku yang terduduk menunggumu
tanpa peduli sahutan manusia lain yang mengganggu
apa pula peduliku?
Share:

Pojok Cerita

di lorong waktu yang lama berlalu
tidak kusadari selalu ada namamu
detail cerita itu ternyata menunggu
untuk kupungut dan kutunjukkan kepadamu

kita bertegur sapa
meruntuhkan tembok keegoisan kita
tawa yang mengalun perlahan
melunturkan warna arogan
yang lama menghalang

cinta hadir di ruang hati kita
tanpa mengucap salam pun berikan aba-aba
menyelinap begitu saja
menyusup dan mengalir di nadi kita

terlalu suci untuk dihindari
terlalu menggugah untuk berpasrah
terlalu indah untuk digundah
apa adanya pantas jadi jelaga

aku mencintaimu, seutuhnya
Share:

Bahagia yang Terdefinisi

definisi bahagia kita berbeda
jauh berbeda
jangan memaksa, jangan meminta
ku untuk menyamakannya
tidak akan pernah bisa

ragaku, hanya milikku
rasaku, hanya milikku
bukan urusanmu!

kamu hanya tahu sedikit sisi darinya
kalian hanya tahu yang tampak lewat mata
bagian sebenarnya, itu rahasia
kalian tidak berhak mengetahuinya

biarkan aku dan Tuhanku yang menjaganya
cukup kalian diam tanpa pretensi dan tanda tanya
jika berkenan, kalian bisa membantunya dalam doa
tidak perlu mencaci apalagi menghakimi

hatiku sudah cukup memar oleh luka
tidak perlu kau tambah garam di atasnya
seandainya kalian ingin menambah sensasi perihnya

cukup, hentikan!
ini hidupku, jangan korbankan
seenak kalian
Share: